Se Kalimat "Coretan Tinta Merah" Akan Mengukir Seribu Makna Dalam Segala Fenomena Kehidupan.

Tampilkan postingan dengan label melanesiapolynesiadanmicronesia. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label melanesiapolynesiadanmicronesia. Tampilkan semua postingan

Minggu, 06 Maret 2016

ULMWP Dan FLNKS Apa Bedanya?

Oleh : Pares L. Wenda

Noumea, 12th.Dec 2015
PEMERINTAH kolonial Prancis di New Caledonia (Kaledonia Baru) mengijinkan FLNKS (France: Front de Liberation Nationale et Socialiste) atau KSNLF (English: Kanak and Sosialist National Liberation Front)mempunyai sekretariat di jantung pemerintahan di Noumea, dan mempunyai kantor-kantor sekretariat lain di hampir seluruh provinsi di New Caledonia. FLNKS juga mempunyai anggota yang terlibat dalam parlemen. Anggota parlemen dari FLNKS di kongres berjumlah 20 orang dari 54 anggota kongres. Di provinsi bagian Selatan 5 orang anggota FLNKS menjadi anggota parlemen dari 40 anggota. Di Provinsi Bagian Utara 18 anggota FLNKS menjadi anggota perlemen dari 22 anggota. Sedangkan di Provinsi Kepulauan Layalty ada 8 anggota FLNKS dari 14 anggota perlemen. Ini menunjukan bahwa Prancis mengakui keberadaan dan perjuangan bangsa Kanak. Baik perjuangannya untuk kemerdekaan melalui FLNKS maupun hak politik dalam pemeritahan Perancis di wilayah itu.
Bahkan pemerintah Prancis telah setuju proposal FLNKS untuk referendum sesuai Noumea Agreement 1998 dengan dua opsi yaitu tetap bergabung dengan Prancis atau berdiri sendiri sebagai sebuah Negara baru di wilayah Pasifik. Opsi ini akan dilaksanakan sekitar 15-20 tahun ke depan sejak Agreement itu ditanda-tangani. Nasib bangsa Kanaki telah di bahas pada 2012 oleh MSG dan terus memantau komitmen Pemerintah Prancis untuk melaksanakan Referendum. Namun Negara-negara anggota MSG akan membawa masalah Kaledonia Baru ke Dewan Dekolonisasi. Dan hal ini juga dibahas dalam pertemuan-pertemuan PIF (Negara-Nagera Pasific).
Organisasi ini didirikan pada 1984. Pemimpin pergerakan FLNKS saat ini adalah Victor Tutugoro. FLNKS sebagai organisasi pemersatu perjuangan bangsa Kanak di Kaledonia Baru terdiri dari beberapa faksi perjuangan. Faksi-faksi besar yang telah bersatu dalam perjuangan bangsa Kanak adalah UNI (Unions Nationalist for Independence), CU (Caledonian Union, didirikan tahun 1953) , PKL (Party of Kanak Liberation, didikan tahun 1975) dan lainnya bersepakat membentuk organisasi perjuangan payung persatuan yang disebut FLNKS. FLNKS kemudian menjadi satu-satunya wadah yang memperjuangkan kemerdekaan bangsa Kanak dari Prancis dengan tidak menghilangkan organisasi-organisasi induk yang melahirkan FLNKS. Mereka tetap mamainkan fungsi dan peran mereka dalam mendukung perjuangan FLNKS, tetapi dalam perjuangan diplomasi dan perjuangan kemerdekaan Bangsa Kanak dilakukan oleh FLNKS. Melalui FLNKS lah bangsa Kanak menjadi anggota MSG, sebelumnya mereka menjadi Observer, kemudian full member. Sama halnya dengan Indonesia sebelumnya Observer dan kini menjadi associate member. Demikian halnya dengan ULMWP kemungkinan dua tahun ke depan dapat diterima sebagai full member.
Bangsa Papua pun melalui perjuangan panjang setidaknya sejak 1963 (integrasi dengan Indonesia) sampai 2015 dalam kurun waktu 50 tahun lebih telah membentuk apa yang disebut ULMWP (United Liberation Movement of West Papua) yang dibentuk pada 5 Februari 2015 di Port Villa Vanuatu. ULMWP dibentuk oleh tiga faksi perjuangan rakyat Papua yaitu WPNCL, WPNP (PNWP), dan NFRWP. Kalau diamati ternyata perjuangan Kanak dan bangsa West Papua dalam kurun waktu pendirian organisasi
payung pemersatu lebih cepat dilakukan oleh bangsa Kanak daripada bangsa Papua. Perjuangan panjang bangsa Papua melahirkan ULMWP tentu sangat melelahkan, sehingga menimbulkan banyak pertanyaan tentang bagaimana mereka nantinya akan merawat organisasi ini. Terutama dalam mendorong penegakkan HAM, keadilan, perdamaian di bumi Cenderawasih yang dewasa ini tidak ada jaminan keamanan yang pasti. Jaminan bagi hampir seluruh rakyat Papua apakah itu sebagai penjabat NKRI ataupun masyarakat sipil, apalagi para pejuang HAM yang berjuang di Kota, maupun di kampung-kampung seluruh tanah Papua.
Pertanyaannya adalah apa bedanya FLNKS dan ULMWP? Mengapa pendirian Kantor ULMWP dilarang di Papua, ULMWP lahir dari akar perjuangan bangsa Papua. ULMWP posisinya saat ini sama dengan Indonesia dan FLNKS di rumah MSG. FLNKS diakui oleh Prancis dan menerima eksistensinya di seluruh wilayah adat bangsa Kanak dan mereka telah membentuk kantor kerja bersama di seluruh wilayah Kanak. Bahkan untuk mendukung perjuangan mereka, FLNKS telah direkrut menjadi anggota parlement dan kemungkinan juga pegawai sipil. Lalu mengapa ULMWP ditolak oleh Pemerintah Indonesia untuk membuka kantornya di seluruh wilayah tanah adat West Papua, sebab mereka tentu tidak mendirikannya di wilayah lain di Indonesia.
Keberadaan ULMWP dalam membangun sekretariatnya sesungguhnya tidak perlu dilarang, sama seperti FLNKS tidak dilarang oleh Prancis. Jika dilarang ini akan sangat memperburuk citra Indonesia di mata masyarakat Internasional. Dan itu akan menjadi bahan kampanye efektif bagi negara anggota MSG, PIF dan wilayah negara lain yang sejak lama telah memberikan apresiasi dan dukungan moril kepada bangsa Papua di luar negeri. Ini juga menjadi senjata dan amunisi untuk kampanye Papua Merdeka di luar negeri. Efek buruk ini yang semestinya di cegah.
Namun sayang sudah terlambat karena aparat keamanan telah menurunkan papan nama Sekretariat ULMWP di Wamena dan di Fak-Fak dan orang-orang yang telah membuka kantor ini dimintai keterangan oleh polisi. Semestinya, mereka yang membuka kantor itu tidak perlu diperiksa agar tidak menambah deretan panjang tahanan politik Papua Merdeka. Karena sudah pasti mereka dijerat dengan hukuman klasik bagi pejuang Papua merdeka yaitu pasal Makar.
Mungkin sudah saatnya, pemerintah berpikir mengajak ULMWP untuk berdialog dengan difasilitasi pihak ketiga yang netral untuk membahas masa depan Papua yang lebih elegan, lebih baik dari sekarang.
SBY selalu mengatakan bahwa Indonesia sebagai Negara Muslim Modern yang sangat demokratis di dunia maka sebagai negara demokrasi dan negara besar tentu berpikir besar untuk kemaslahatan bangsa Indonesia dan bangsa Papua di masa kini dan masa mendatang. (*)

Penulis adalah Sekretaris Baptist Voice of West Papua dan the Members-of-Large Baptist World Alliance of Baptist Youth Department dan Baptist Representative Council of the Baptist World Alliance.

                          Sumber: http://tabloidjubi.com/2016/03/06/ulmwp-dan-flnks-apa-bedanya/?utm_source=dlvr.it&utm_medium=facebook

Rabu, 02 Maret 2016

Info Sekilas Oseania

Oseania  
Oceania adalah istilah yang mengacu kepada suatu wilayah geografis atau geopolitis yang terdiri dari sejumlah kepulauan yang terletak di Samudra Pasifik dan sekitarnya. Oseania merupakan wilayah di Bumi (sering dianggap benua) dengan luas area daratan terkecil dan jumlah populasi terkecil kedua setelah Antartika.
Dalam artian sempit (berdasarkan penjelajah asal Perancis bernama Jules Dumont d'Urville pada tahun 1831), Oseania meliputi Polinesia (termasuk Selandia Baru), Melanesia (termasuk dari Maluku sampai Nugini) dan Mikronesia. Sedangkan dalam artian luas maka Oseania juga meliputi Australia dan Indonesia bagian timur; namun terkadang Jepang dan Kepulauan Aleut dianggap masuk dalam kelompok Oseania.
Sebagian besar wilayah Oseania terdiri dari negara-negara kepulauan yang kecil. Australia adalah satu-satunya negara kontinental, sedangkan Papua Nugini dan Timor Leste adalah negara yang memiliki perbatasan darat, di mana keduanya berbatasan dengan Indonesia.
Negara-negara Oseania mempunyai kemerdekaan dalam ketentuan yang berbeda dari negara penjajah mereka, serta mendapat aturan konstitusional yang bervariasi sesuai dengan keadaan mereka. Australia misalnya, adalah negara yang tergabung dalam Persemakmuran, sehingga mengakui Ratu Elizabeth II dari Britania Raya sebagai Ratu, sementara Polinesia Perancis adalah sebuah pays d'outre-mer ("negara luar negeri") Perancis.
Secara ekologi, Oseania merupakan satu di antara delapan zona ekologi terestrial dunia. Zona ekologi Oseania meliputi Mikronesia, Fiji dan Polinesia kecuali Selandia Baru, Papua Nugini, Kaledonia Baru, Kepulauan Solomon dan Vanuatu yang tergolong zona ekologi Australasia.

Demografi
Sejarah kehidupan Oseania hingga sekarang masih belum sepenuhnya bisa dijelaskan. Penelitian awal menunjukkan bahwa penduduk Mikronesia dan Polinesia secara kebahasaan dan genetis memiliki kesamaan dengan penduduk asli Asia Tenggara, terutama yang tinggal di wilayah kepulauan. Secara kebahasaan mereka juga sebagai bagian dari penutur rumpun bahasa Austronesia. Sedangkan kependudukan Melanesia dan Australia lebih kompleks namun secara penampilan maupun genetis serta linguistik tergolong berbeda dari orang Mikronesia dan Polinesia.
Kajian linguistik menunjukkan suatu arus migrasi yang dikenal sebagai teori "Kereta Cepat menuju Polinesia" ("Express Train to Polynesia") atau "Out of Taiwan" yang diusulkan oleh Robert Blust dan Peter Belwood.[2] Di sisi lain, kajian genetika menunjukkan dukungan atas teori lama berupa penyebaran lewat Asia Tenggara Daratan, lalu menyebar dari wilayah sekitar Sumatera atau Semenanjung Malaya (dikenal sebagai teori "Sundaland") yang diajukan Oppenheimer. Teori ini juga didukung oleh kajian genetika atas babi dan ayam, dua hewan yang dianggap dibawa oleh para migran karena ditemukan di berbagai permukiman di Oseania.


Daftar Negara Australia dan Negara-negara Oceania Serta Ibukotanya

 1.   Australia, dengan nama ibukotanya adalah Canberra.
2.      American Samoa, dengan nama ibukotanya adalah Pago-pago.
3.      Cook Island, dengan nama ibukotanya adalah Avarua.
4.      French Polynesia, dengan nama ibukotanya adalah Papeete.
5.      Fiji, dengan nama ibukotanya adalah Suva.
6.      Guam, dengan nama ibukotanya adalah Hagatna.
7.      Karibati, dengan nama ibukotanya adalah South Tarawa.
8.      Kepulauan Solomon, dengan nama ibukotanya adalah Honiara.
9.      Marshall Island, dengan nama ibukotanya adalah Majuro.
10.  Micronesia, dengan nama ibukotanya adalah Palikir.
11.  Nauru, dengan nama ibukotanya adalah Yaren.
12.  New Caledonia, dengan nama ibukotanya adalah Moumea.
13.  New Zealand, dengan nama ibukotanya adalah Wellington.
14.  Niue, dengan nama ibukotanya adalah Alofi.
15.  Northern Mariana Island, dengan nama ibukotanya adalah Saipan.
16.  Palau, dengan nama ibukotanya adalah Ngerulmud.
17.  Papua New Guinea, dengan nama ibukotanya adalah Port Moresby.
18.  Samoa, dengan nama ibukotanya adalah Apia.
19.  Tokelau, dengan nama ibukotanya adalah Atafu.
20.  Tonga, dengan nama ibukotanya adalah Noku'alofa.
21.  Tuvalu, dengan nama ibukotanya adalah Funafuti.
22.  Vanuatu, dengan nama ibukotanya adalah Port Villa.
23.  Wallis and Futuna, dengan nama ibukotanya adalah Mata-utu.
Postingan Lama Beranda

Media Text

Media Text

Profil Text

Seiring dengan berkembangnya Ilmu Pengetahuan dan Tegnologi (IPTEK), belahan dunia lain (terutama Negara-negara Maju) berlomba-lomba meraih Impian yang di dambakan pada setiap Negara. Belahan dunia lain masih terbelakng; hal ini melatarbelakangi dari berbagai faktor; salah satunya adalah terbatasnya layanan IPTEK terhadap masyarakat umum. Melihat segala fenomena dalam kehidupan bangsa dan negara, maka Blogspot "WAIKATO NEWS" hadir untuk mencoba mengemukakan Opini, gagasan, ide melalui tulisan dari berbagai aspek kehidupan.

 

Translate

English French German Spain Italian Dutch

Russian Portuguese Japanese Korean Arabic Chinese Simplified
by : BTF

Visitor

Flag Counter

Music Papua

Post Populer

 

Templates by Kidox Van Waikato | CSS3 by David Walsh | Powered by {N}Code & Blogger